SUNGGUH INDAH HIKMAH POSITIF THINKING Penulis : Ns.Hj.Silvia.SKep.MBiomed Dosen Universitas Fort de Kock Bukittinggi Anggota Dharmawanita Kemenag Bukittinggi


Sebagai makhluk social, maka manusia tidak akan bisa hidup sendirian, dan bahkan akan selalu membutuhkan manusia lainnya dalam menjalani kehidupan ini, dan tidak jarang terjadi gesekan / konflik dalam hubungan itu satu sama lain. Maka dari itu , Islam mengajarkan habluminannas agar kita sebagai manusia dapat menjaga hubungan baik dengan sesama dengan berdasarkan prasangka baik kepada sesama ( positif thinking ).


Positive thinking adalah cara berfikir yang di proses secara positif yang menghasilkan “energi yang positif”, yaitu suatu energi yang akan menghasilkan pemikiran-pemikiran dan sikap-sikap yang baik yang dapat membuat manusia menjadi bersemangat, melakukan hal-hal yang benar dan menjadi bahagia. Dalam agama islam juga sudah sangat familiar bagi kita sehari-hari adalah husnudzon. Husnudzon berasal dari dua kata yakni husnu dan dzan yang memiliki arti berbaik sangka. Sedangkan secara istilah, husnudzon dimaknai dengan berbaik sangka terhadap segala sesuatu termasuk dengan ketetapan Allah yang diterima manusia. Sementara itu ada suudzon yang menjadi kebalikan dari husnudzon. Sikap ini jelas dilarang dalam agama Islam. Kita tidak boleh menerka-nerka tanpa bukti dan tanpa diselidiki asal usulnya. Karena bisa terjadi permusuhan.

Dalam surat Al Hujurat, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan berdakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat [49]: 12)

Bersikap husnudzon akan membawa keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia asalnya dari Allah Ta’ala, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa dan kemaksiatan manusia itu sendiri. Kita hendaknya saling berprasangka baik dan jangan saling mencurigai. Husnuzan melahirkan sikap saling menghormati antar sesama agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjaga dengan baik. Karena itulah apabila kita mendengar hal yang buruk terjadi terhadap saudara kita, kita sebaiknya ber-tabayyun yaitu mengecek terlebih dahulu sebelum mempercayai hal yang negatif.


Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat:6)


Banyak hikmah yang dapat kita peroleh dengan positif thinking, atau dalam agama islam dikenal dengan Husnuzan yaitu diantaranya menimbulkan kesadaran pada manusia bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah swt, kemudian dapat memotivasi agar manusia melakukan amal kebaikan dengan bersungguh-sungguh sesuai dengan ketetapan Allah swt, serta mendorong manusia untuk mendekatkan diri serta bertawakal kepada Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu, sehingga akhirnya dapat mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup karena meyakini apa pun yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT.
Sementara jika kita lihat dari ilmu kesehatan, positif thinking dapat meningkatkan sistem imun tubuh, mencegah penyakit seperti kardiovaskular karena berfikir positif memperlambat munculnya plak pada arteri, mampu mengatasi lebih baik karena pikiran positif dapat membuat seseorang lebih tenang saat ditimpa masalah.


Semoga kita selalu dapat memupuk pikiran positif, karena akan membuat hidup terasa lebih mudah dan sehat, baik bagi kesehatan fisik, maupun kesehatan mental.
Post: Syafrial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *